Ada makna besar yang dapat diambil dari peristiwa perang Badar pada zaman Rasulullah Muhammad saw. Meminjam istilah dalam bahasa Jawa, peristiwa itu merupakan manifestasi dari “Becik ketitik, olo ketoro” (kebenaran akan tampak, pun kesalahan juga akan tampak). Perang Badar adalah perang besar yang pertama kali dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabat Muhajirin (sahabat Nabi yang turut serta dalam hijrah dari Mekah ke Madinah) serta kaum Anshar (para sahabat Nabi di Madinah) dalam menegakkan ajaran tauhid dan membela mempertahankan diri. Kita sudah mengetahui, betapa sengit dan kebencian kaum Qurais telah mencapai ubun-ubun kepada Nabi Muhammad dan para pengikut beliau. Pertanyaan, mengapa sangat membenci?. Simple, merasa tersaingi Nabi yang pengikut ajaran tauhid-nya semakin bertambah banyak dari hari-ke hari. Namun kebencian itu tidak sampai berakhir menjadi perang secara terbuka, adu pasukan di medan tempur. Kebencian kaum Qurais yang dimotori Abu Jahal dan Abu Lahab seka...
Satu point arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara, Senin 15 Desember 2025, beliau menyampaikan: “Bila awal-awal bulan pertama kita tidak melakukan efisiensi penghematan besar-besaran, sekarang kita tidak punya, ya punya tapi tidak sekuat sekarang!”. Apa yang disampaikan oleh Presiden pada sidang kabinet akhir tahun tersebut telah tertuang di dalam Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Presiden RI juga menginstruksikan kepada Menteri Keuangan untuk menetapkan penyesuaian alokasi transfer ke daerah tahun anggaran 2025 sehingga menindaklanjuti instruksi tersebut, Men teri Keuangan R I telah menetapkan KMK N omor 29 T ahun 2025 T entang P enyesuaian R incian A lokasi T ransfer K e D aerah M enurut P rovinsi /K abupaten /K ota T ahun A ggaran 2025 D alam R angka E fisiensi B elanja D...